kala waktu terus berlalu,
anda berjalan dalam kehidupan seorang insan
lelah jiwa menuntut penat,
mencari sebuah tempat peristirahatan
mencari sebuah sarang hangat bersaput selimut
mentari sudah tidak terlihat seperti mentari
awan menghilang dari langit terang
lelah jiwa itu menuntut penat
anda lelah mencari jawaban sebuah harapan
anda terdiam menyusuri kepenatan jiwanya
anda berjalan dalam kelelahan jiwa,
bernaung dalam diri yang penuh lelah.
Menunggu mata berjiwa kembali terbuka.
lantas memandang mentari sbgai mentari.
anda berjalan dalam kehidupan seorang insan
lelah jiwa menuntut penat,
mencari sebuah tempat peristirahatan
mencari sebuah sarang hangat bersaput selimut
mentari sudah tidak terlihat seperti mentari
awan menghilang dari langit terang
lelah jiwa itu menuntut penat
anda lelah mencari jawaban sebuah harapan
anda terdiam menyusuri kepenatan jiwanya
anda berjalan dalam kelelahan jiwa,
bernaung dalam diri yang penuh lelah.
Menunggu mata berjiwa kembali terbuka.
lantas memandang mentari sbgai mentari.

No comments:
Post a Comment